Budidaya Tanaman Padi Sawah Hasil Melimpah

Budidaya Tanaman Padi Sawah Hasil Melimpah Budidaya tanaman padi sawah ~ Padi merupakan salah satu komoditi pertanian Indonesia yang paling banyak di tanam oleh penduduk pribumi Indonesia. Berdasarkan data dari badan pusat statistik menyatakan bahwa produksi tanaman pangan khususnya padi menghasilkan 71.291.494 ton. Di lansir dari arm and Ranch Guide Indonesia menempati urutan ke tiga sebagai penghasil padi terbesar di dunia. Sayangnya, Indonesia masih harus import dari luar negeri karena stok padi yang masih kurang. Budidaya Tanaman Padi Sawah Hasil Melimpah

  • Budidaya tanaman padi sawah hasil melimpah

Budidaya Tanaman Padi Sawah bisa menjadi salah satu alternatif dalam menciptakan Indonesia yang makmur dan sejahtera. Tak hanya itu, dengan membudidayakan padi, maka kita turut berjuang dalam mewujudkan swasembada pangan yang dulu pernah dialami bangsa Indonesia pada beberapa decade silam. Mengingat bahwa tanaman padi adalah makanan pokok Indonesia dan merupakan komoditas pertanian yang menyumbang banyak pendapatan dalam neraca perdagangan Indonesia. Maka, kami sengaja menulis satu artikel lengkap tentang cara budidaya tanaman padi sawah yang baik dengan hasil melimpah.

  • Cara Budidaya Tanaman Padi

Dalam membudidayakan tanaman padi dengan hasil yang melimpah maka anda perlu melakukan beberapa langkah diantaranya : Persemaian atau pembenihan

  • Persiapan lahan:

- Pilihlah tanah yang gembur yang subur serta memiliki humus yang cukup serta perairan yang cukup. – Memiliki pencahayaan yang cukup atau tidak terhalang rerimbunan pohon – Memilih areal yang dekat dengan sumber air

  • Benih Padi

- Pilihlah benih padi dengan kualitas bibit unggul – Areal untuk bibit padi memiliki luas 1/20 dari total sawah yang akan ditanami padi. Jika anda memiliki tanah seluas 2 Ha maka anda harus menyiapkan lahan 1/ 20 x 2Ha = 1000m2. – Tebar benih dengan jumlah 75gram benih untuk setiap 1m2 – Agar benih dapat tumbuh dengan baik maka anda harus menghaluskan tanah tersebut dan membuat bedengan โ€“ bedengan dengan jarak 30 cm antar bedengan.

  • Cara Mengolah Tanah Untuk Budidaya Tanaman Padi Sawah

- Pembersihan Bersihkan tanah dari segala gulma, rumput atau tanaman liar lain. – Pencangkulan Genangi air agar lebih lunak kemudian baru dicangkul. Selain di cangkul, anda juga harus menata lokasi tanam dengancara memperbaiki pematang sawah serta memperbaiki perairan sawah. – Pembajakan Pembajakan bermanfaat untuk mengurai tanah serta membuat tanaman โ€“ tanaman liar, rumput atau kompos cepat terurai. Kedalaman tanah yang dibajak usahakan 10-20 cm. Setelah itu diamkan selama 5-7 hari dengan cara menggenangi air agar proses pembajakan berlangsung lebih cepat. ยท Penanaman Bibit Dalam membudidayakan tanaman padi tentu anda harus menanam bibit padi, sebelum anda menanam maka anda perlu mengambil bibit padi yang telah anda tanam sebelumnya. Bibit padi yang dapat disemai biasanya berumur 25 โ€“ 30 hari tergantung jenis padi, jumlah batang mencapai 7 batang dengan tinggi 25 cm. Selanjutnya anda bisa menanamnya dengan jarak antar tanaman 20 cm x 20 cm dengan kedalaman 3 cm.

  • Perairan

Perairan merupakan salah satu dari hal yang sangat penting dalam budidaya tanaman padi, sehingga harus sangat diperhatikan. Adapun dalam mengairi tanaman pada perlu anda atur dengan pola sebagai berikut : – Padi umur 1 minggu kedalaman air sekitar 5-7 cm – Padi umur 2-6 minggu kedalaman air sekitar 10-20 cm – Pada saat padi sudah mulai berbuah dengan munculnya calon bulir padi, kedalaman air sebaiknya dikurangi – 10 hari sebelum panen, air dikeringkan secara total. Penyiangan Penyiangan perlu anda lakukan untuk menghindari adanya rerumputan atau tanaman gulma yang mengganggu pertumbuhan padi. Agar pertumbuhan padi tidak terhambat, usahakan melakukan penyiangan secara rutin setiap sebulan sekali.

  • Pemupukan

Dalam memberi pupuk nantinya akan dibedakan dengan dua jenis pupuk yang ditebar di dua masa berbeda yaitu masa sebelum tanam dan masa sesudah tanam. Untuk pupuk sebelum tanaman, sebaiknya anda menggunakan pupuk alami seperti pupuk kompos atau pupuk kandang. Sementara untuk pupuk yang ditebar setelah masa tanam maka gunakan pupuk pabrikan seperti pupuk Za/ Urea, DS / TS dan lain sebagainya.

  • Masa Panen

Masa panen padi biasanya ditentukan oleh jenis padi yang ditanam. Ketika padi telah menguning maka anda bisa melakukan pemanenan dengan menggunakan mesin atau secara tradisional. Namun jika anda ingin mendapatkan hasil lebih banyak lebih baik gunakan mesin. Lakukan pemanenan secara serentak.

Related posts:

Dikembangkan oleh